SOPPENG,Linusterkini.com- Pembangunan Jembatan Gantung Lakellu yang menghubungkan RW 02 Lakellu Dusun Walattasi Desa Watu dengan Desa Marioritengah dan Marioriaja resmi dimulai dan langsung menarik perhatian publik. Proyek ini menjadi istimewa karena tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN, melainkan murni berasal dari program Vertikal Rescue yang berpusat di Bandung serta swadaya masyarakat setempat.
Jembatan ini merupakan bagian dari program besar pembangunan 1000 jembatan di seluruh Indonesia, sebuah gerakan nasional yang fokus membantu daerah-daerah yang sulit akses. Kehadiran jembatan gantung Lakellu diharapkan dapat membuka jalur penghubung yang lebih aman, mudah, dan cepat bagi warga, terutama dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilisasi sehari-hari.
Ketua Panitia Pembangunan, Hendra S.Sos, yang ditemui awak media ini (27/11/25) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kuatnya dukungan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihak panitia masih membuka ruang sumbangsih dari siapa saja, baik perorangan maupun lembaga, demi kelancaran pembangunan hingga tahap penyelesaian.
> “Pembangunan ini murni dari kekuatan gotong royong. Kami tetap membuka sumbangan dari masyarakat luas. Semoga jembatan ini bisa cepat selesai dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Hendra.
Tak hanya para pekerja dan relawan yang turun langsung, peran ibu-ibu RW 02 Walattasi juga mendapat apresiasi besar. Di bawah koordinasi Bu RW, mereka aktif menyediakan konsumsi bagi para pekerja setiap hari, memastikan tenaga relawan tetap semangat menjalankan tugas.
Warga berharap, hadirnya jembatan gantung Lakellu bukan hanya menjadi simbol penyambung akses antar wilayah, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
> “Semoga setiap tenaga, materi, dan kebaikan yang diberikan dalam pembangunan ini menjadi pahala yang terus mengalir,” harap salah satu warga Walattasi.
Pembangunan masih terus berjalan, dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utamanya. Jembatan Gantung Lakellu tidak hanya menghubungkan desa, tetapi juga menghubungkan hati masyarakat dalam semangat kebersamaan.
Laporan: Hasjan T.









