Gubernur Buka Musrenbang Perubahan RPJMD Sulsel 2018-2023

- Editor

Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, LinusTerkini.com– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulsel Tahun 2018-2023, di Hotel Claro Makassar, Selasa, 20 Oktober 2020.

Kegiatan ini juga dikemas dalam dialog Percepatan Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan. Adapun narasumber diantaranya, Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni; Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemen PUPR, Hadi Sucahyono; Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker, Bambang Satrio Lelono; Deputi Produksi & Pemasaran KemenKOPUKM, Victoria Simanungkali; Deputi Pengembangan Regional Bappenas Rudy Prawiradinata; Kepala BI Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarsoh.

Gubernur Sulsel menyebutkan, di awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman telah melakukan berbagai pencanangan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dari 2.000 program, 6.000 kegiatan kita turunkan 200 program menjadi 400 kegiatan. Artinya program yang besar dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Kalau kita buat kecil-kecil semua tidak dirasakan oleh masyarakat,” kata Nurdin Abdullah.

Beberapa program strategis nasional yang dilanjutkan, diantaranya Program Kereta Api dan Makassar New Port sudah dilakukan direct call, ini suplemen percepatan pemulihan ekonomi.

“Dalam bidang reformasi birokrasi, kami sudah melakukan berbagai pemangkasan prosedur ekspor,” sebutnya Nurdin Abdullah.

Baca Juga:  Ops Keselamatan, Satlantas Polres Bone Pasang Spanduk Peringatan di Titik Rawan Lakalantas

Demikian juga dengan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin. Yang perlu mendapat perhatian kedepannya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Selayar untuk pengembangan infrastruktur pendukung bidang pariwisata.

Dari sisi pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel, diarahkan untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah dalam membuka daerah terisolir, memperkuat interkoneksivitas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang diarahkan antara lain melalui kegiatan pembangunan akses jalan daerah terisolir, penyediaan fasilitas sarana air bersih khususnya bagi saudara-saudara kita yang ada di Pulau, termasuk menjamin ketersediaan sumber daya energy listrik di pulau-pulau.

“Sulsel ini memiliki lebih dari 300 pulau yang tersebar di seluruh wilayah. Ada potensi yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya baik dari sisi sektor perikanan sendiri, maupun sektor pariwisata,” jelas Nurdin Abdullah.

Untuk tahun 2021, Pemprov masih menyiapkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp 500 miliar

“Kawasan wisata perlu perhatian, bupati dan wali kota harus lebih kreatif. Kalau bersinergi melakukan terobosan di daerah, saya kira tidak ada hambatan. Contoh Bira, kita bersama bupati, dengan Toraja untuk pembangunan bandara bersinergi program,” ujarnya.

Selanjutnya, mewujudkan pusat-Plpusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, distrategikan pada memperkuat dukungan sarana prasarana pada kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang diarahkan antara lain melalui kegiatan pembangunan rest area. Tahun ini ada selesai dua rest area dan tahun depan ditarget tiga rest area selesai.

Baca Juga:  Empati Duka atas Meninggalnya Anak Ridwan Kamil, Gubernur Andi Sudirman Kunjungi Rujab Gubernur Jabar

Destinasi wisata unggulan yang diadaptasikan dengan kebiasaan baru pasca pandemi ini serta pengembangan sentra-sentra industri, untuk tetap menjadikan UMKM dan BUMDes sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi masyarakat.

Sedangkan, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbanda) Sulsel, Junaedi, melaporkan, Penyusunan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023, diawali terlebih dahulu dengan pelaksanaan acara Orientasi Penyusunan Perubahan RPJMD Serta Renstra OPD yang telah dilaksanakan pada tanggal 01 September 2020. Kegiatan diikuti oleh seluruh Perangkat Daerah lingkup Provinsi Sulawesi Selatan dan tanggal 02-03 September 2020 diikuti oleh 24 Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Serta Forum Konsultasi Publik yang telah dilaksanakan juga pada tanggal 11 September lalu.

Selanjutnya, dilaksanakan Musrenbang dalam RPJMD Tahun 2018-2023 melalui dialog dan akan dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara kesepakatan, yang ditandatangani oleh perwakilan setiap unsur pemangku kepentingan yang hadir pada pelaksanaan Forum Konsultasi Publik hari ini.

Laporan : Ambos Linus

Editor : Dewi

Berita Terkait

Dishub Bone Tindak Tegas Parkir Liar di Jalan KS Tubun, Satu Pengelola Terjaring Razia
Ops Keselamatan, Satlantas Polres Bone Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif Di Radio
Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Ibu Rumah Tangga di Panyula Mengeluh
Lurah Panyula Pimpin Kerja Bakti Sambut Tahun Baru 2026
Gerak Cepat Brimob Atensi Presiden Prabowo, Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng
Wakil Bupati Bone Buka Bimtek Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes Tahun 2025
Warga Panyula Intens Bersihkan Lingkungan
Lurah Panyula Turun Langsung Beri Semangat Satgas dalam Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:59 WITA

Dishub Bone Tindak Tegas Parkir Liar di Jalan KS Tubun, Satu Pengelola Terjaring Razia

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:53 WITA

Ops Keselamatan, Satlantas Polres Bone Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif Di Radio

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:32 WITA

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Ibu Rumah Tangga di Panyula Mengeluh

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:25 WITA

Lurah Panyula Pimpin Kerja Bakti Sambut Tahun Baru 2026

Senin, 1 Desember 2025 - 18:28 WITA

Gerak Cepat Brimob Atensi Presiden Prabowo, Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng

Berita Terbaru