Jokowi Bagikan Sertipikat Tanah Gratis, Nurdin Abdullah: Presiden Kita Miliki Kepedulian Tinggi pada Masyarakat Kecil

- Editor

Jumat, 13 November 2020 - 06:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, LinusTerkini.com– Presiden Republik Indonesia kembali membagikan sertipikat tanah kepada masyarakat Indonesia. Sebanyak 1 juta sertipikat dibagikan di 31 provinsi dan 201 kabupaten kota. Di Sulawesi Selatan sendiri dibagikan untuk Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros sebanyak 9.049 bidang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh presiden dengan memberikan kepastian hukum dan hak kepemilikan tanah kepada warga. Apalagi diberikan secara gratis.

“Penyerahan sertifikat ini, merupakan keinginan serius Presiden. Saya kira ini sudah berlangsung beberapa tahun dan saya kira tidak pernah ada selama Indonesia merdeka. Inilah presiden kita memiliki kepedulian tinggi pada masyarakat kecil. Sehingga diberikan hak, gratis lagi, ini perlu kita tepuk tangan,” kata Nurdin Abdullah di Hotel Claro, Senin, 9 November 2020.

Sedangkan Presiden Jokowi dalam sambutannya menyebutkan bahwa 1 juta sertipikat yang diberikan adalah jumlah yang sangat besar dibandingkan sebelumnya.

Sebelum program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hadir, sebelum tahun 2017 hanya membuat 500 ribu sertipikat se-Indonesia. Jika setahun hanya 500 ribu sertipikat dari setiap bidang yang dimiliki masyarakat di seluruh tanah air, maka dibutuh waktu 160 tahun untuk menyelesaikan seluruh sertipikat.

“Di seluruh tanah air yang harus disertipikatkan 126 juta sertipikat. Karena di tahun 2015 baru ada 46 juta sertipikat, jadi masih kurang 80 juta, kalau setahun hanya 500 ribu, artinya menunggu 160 tahun,” jelas Jokowi.

Baca Juga:  Kebakaran hebat di kelurahan panyula. Beberapa rumah terbakar rata dengan tanah.

Ungkapnya, ia kemudian memberikan target kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) hingga tingkat kabupaten/kota untuk menyelesaikan persoalan ini.

Sehingga di tahun 2017, pemerintah sudah bisa mengeluarkan 5,4 juta bidang sertipikat. 2015 sebanyak 500 ribu, naiknya di 2016 dengan 1,1 sertipikat bidang. Walaupun jumlahnya meningkat dua kali tetapi Jokowi belum puas. Ia ingin hingga 10 kali lipat. Sehingga di tahun 2017 bisa dikeluarkan 5,4 juta sertipikat. “Ini artinya, ternyata kita bisa,” imbuhnya.

Di tahun 2018 ia memberikan target lagi 9 juta, namun sertipikat yang keluarnya 9,3 juta. 2019 target 9 juta, keluar 11,2 juta sertipikat. Tahun 2020 awlanya diberi target 10 juta, karena ada pandemi menjadi hambatan diturunkan menjadi 7 juta seripikat.

Jokowi sendiri dalam 5 tahun ini total sertipikat yang sudah dibagikan langung sendiri olehnya sebanyak 2,4 juta.

“Total luas bidang terbit sampai saat ini di seluruh Indonesia sekitar 18,9 juta bidang. Itu artinya dari sisi luas 5,3 juta hektare. Target 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertipikat, ngak ada lagi orang punya tanah, ngak ada sertipikatnya, harus 2025,” tegasnya.

Baca Juga:  Kadispora Monitoring Atlet Via Sulsel Ride Championship, Plt Gubernur Harap Ini Jadi Kegiatan Tahunan

Tahun 2025 tersebut, juga termasuk sertipikat untuk tanah-tanah tempat ibadah semuanya harus. Jokowi juga mengakui sendiri bahwa masalah yang dihadapi masyarakat adalah sulitnya mengurus sertipikat.

Jokowi menyebutkan, sertipikat adalah bukti hak untuk menjamin kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang dimiliki. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya sengketa dan konflik pertanahan. Baik antara individu dengan individu, individu dengan perusahaan atau individu dengan pemerintah.

Sertipikat ini juga dapat digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal atau ingin berusaha, ini bisa dijadikan jaminan atau collateral (agunan) ke perbankan atau ke lembaga keuangan.

“Kalau sudah dapat uang dari bank, betul-betul 100 persen digunakan untuk yang produktif untuk modal kerja dan investasi. Jangan dipakai untuk beli mobil, sepeda motor, atau belikan hape anaknya yang mahal-mahal, itu namanya konsumtif,” ucap Jokowi.

Diakhir sambutan mengucapkan terima kasih atas kerja keras kantor wilayah, kantor pertanahan BPN untuk menyelesaikan target yang telah diberikan.

“Mari kita bekerja keras untuk mencetak prestasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Laporan : Ambos Linus

Editor : Dewi

Berita Terkait

Dishub Bone Tindak Tegas Parkir Liar di Jalan KS Tubun, Satu Pengelola Terjaring Razia
Ops Keselamatan, Satlantas Polres Bone Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif Di Radio
Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Ibu Rumah Tangga di Panyula Mengeluh
Lurah Panyula Pimpin Kerja Bakti Sambut Tahun Baru 2026
Gerak Cepat Brimob Atensi Presiden Prabowo, Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng
Wakil Bupati Bone Buka Bimtek Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes Tahun 2025
Warga Panyula Intens Bersihkan Lingkungan
Lurah Panyula Turun Langsung Beri Semangat Satgas dalam Aksi Bersih-Bersih Lingkungan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:59 WITA

Dishub Bone Tindak Tegas Parkir Liar di Jalan KS Tubun, Satu Pengelola Terjaring Razia

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:53 WITA

Ops Keselamatan, Satlantas Polres Bone Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif Di Radio

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:32 WITA

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Ibu Rumah Tangga di Panyula Mengeluh

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:25 WITA

Lurah Panyula Pimpin Kerja Bakti Sambut Tahun Baru 2026

Senin, 1 Desember 2025 - 18:28 WITA

Gerak Cepat Brimob Atensi Presiden Prabowo, Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng

Berita Terbaru