BONE, LinusTerkini.com– Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang dikenal dengan sebutan tabung melon dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
Kondisi ini dirasakan sejak beberapa hari terakhir dan semakin memberatkan warga, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Pantauan di lapangan, Kamis (22/01/2026), gas elpiji 3 kg sulit ditemukan di kios-kios pengecer. Kalaupun tersedia, harganya melonjak jauh di atas harga normal. Salah seorang warga, KSM (43), mengaku terpaksa membeli gas dengan harga mahal demi memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
“Sekarang susah sekali didapat. Kalau pun ada, harganya sudah sampai Rp30.000 per tabung.
Mau bagaimana lagi, tetap harus dibeli kalau ada,” keluhnya.
Padahal, menurut warga, keberadaan gas elpiji 3 kg sangat membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Namun kelangkaan yang terjadi membuat aktivitas rumah tangga terganggu dan menambah beban pengeluaran.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengecer gas elpiji. Melalui sambungan telepon seluler, salah seorang pengecer mengungkapkan bahwa pasokan dari pangkalan terbatas dan harus melalui antrean panjang.
“Kami juga harus mengantri di pangkalan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg sebelum dibagikan ke warga,” ujar Wandy, warga Ponceng, Kelurahan Ta’, Kecamatan Tanete Riattang.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk mengatasi kelangkaan ini. Mereka meminta agar distribusi gas elpiji 3 kg di Kabupaten Bone dapat kembali normal sehingga masyarakat kecil tidak terus dirugikan.
“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya gas elpiji 3 kg yang sangat dibutuhkan warga,” harapnya.
Laporan: Def Cuneng













