Rektor UNM Minta Jufri Kembali, BKD Sulsel : ybs Masuk Bukan Jalur Undangan, Tapi Pendaftaran Lelang Terbuka

- Editor

Selasa, 28 September 2021 - 06:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAKASSAR,LinusTerkini.com – Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi mengaku, bahwa mutasi terhadap 10 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) Lingkup Pemprov Sulsel pada tanggal 24 September 2021 lalu telah sesuai dengan aturan dan telah mendapat persetujuan dari KASN dan Kementerian Dalam Negeri RI. Salah satunya terkait mutasi Muhammad Jufri dari Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dipindahkan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel. Apalagi sebelumnya, Muhammad Jufri pun telah mengikuti job fit.

Imran Jausi mengatakan, jika masuknya akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) itu sebagai pejabat di Pemprov Sulsel bukan melalui jalur undangan atau permintaan dari Pemprov Sulsel, melainkan yang bersangkutan mengikuti lelang terbuka.

“Penerimaan Prof. Jufri sebagai Kadis bukan melalui jalur Pemprov yang meminta ke UNM. Tapi pemerintah provinsi itu membuka seleksi terbuka itu yang diikuti tidak hanya dari internal Pemprov tapi sangat dimungkinkan juga dari eksternal karena ini adalah jabatan tinggi Pratama (Eselon II). Sehingga aturan tetap berlaku tanpa syarat kepada yang bersangkutan. Dan itu yang dilakukan secara sadar oleh yang bersangkutan untuk ikut seleksi,” jelasnya, Senin (27/9/2021).

Dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019, pasal 12 dijelaskan, kata dia, bahwa proses seleksi bagi yang ikut seleksi terbuka dalam hal ini lelang jabatan di instansi pemerintah itu wajib untuk proses mutasi. “Artinya, yang bersangkutan itu secara sadar dan disetujui oleh pimpinannya (Jufri) dalam hal ini pak Rektor (UNM) untuk proses mutasi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

Baca Juga:  Ketua Al Washliyah Kab, Batu Bara Apresiasi Kinerja Kapolsek Labuhan Ruku.

Mengenai hasil job fit dan munculnya surat penarikan kembali oleh Rektor UNM, Imran menyampaikan, bahwa kompetensi seorang pejabat tinggi pratama tidak hanya dalam hal teknis saja. “Sesungguhnya proses assessment center itu memang menggunakan metode pendekatan multi asesor dengan multi instrumen sehingga kompetensi seseorang itu bisa diukur dengan baik. Dan apa yang ingin dicapai dari situ tentunya ada kemampuan manajerial, kemampuan teknis, dan kemampuan sosio kultural. Jadi tiga kompetensi itu bahkan biasa kita bilang dilengkapi dengan kompetensi pemerintahan. Inilah yang diolah oleh pansel sehingga memberikan rekomendasi kepada seseorang peserta job fit, boleh satu jabatan, boleh dua jabatan bahkan tiga jabatan,” terangnya.

Menurutnya, seorang Kepala OPD perlu memiliki kompetensi manajerial. “Saya kira Prof Jufri bisa di OPD apa saja, karena kemampuan manajerial. Eselon 3 sebagai the backbone of birokrasi atau tulang punggung birokrasi itulah yang menopak OPD memberikan penguatan kepada kepala OPD karena justru lebih banyak kepada manajerial saja,” tuturnya.

Baca Juga:  Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif, Satpolair Polres Bone Lakukan Pengamanan Terhadap Calon Penumpan di Pelabuhan Bajoe

Para pejabat yang baru saja di mutasi beberapa hari lalu, kata dia, telah mendapat persetujuan dari KASN dan Kemendagri. “Direkomendasikan oleh kasn maupun Kementerian Dalam Negeri itu sudah sesuai hasil dari rekomendasi dari pansel yaitu memberikan beberapa alternatif jabatan yang sesuai untuk yang ikut job fit, termasuk Prof Jufri. Jadi rekomendasi juga menyebutkan yang bersangkutan bisa di Dinas Pariwisata dan kebudayaan.

Perihal surat penarikan kembali Jufri oleh Rektor UNM, kata dia, “tentu dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini pejabat bina kepegawaian. Jadi secara umum kami di BKD masih menunggu arahan daripada Bapak Plt Gubernur terkait usulan permintaan kembali penarikan daripada yang bersangkutan. Pemprov boleh menerima (permintaan) dalam hal ini mengembalikan karena namanya usulan. Namun boleh juga mengatakan tidak, karena masih membutuhkan yang bersangkutan di jabatan yang itu. Dan ini sah-sah saja, karena yang bersangkutan secara sadar sudah ikut lelang jabatan untuk ingin mutasi atau ingin pindah di Pemerintah Provinsi. Karena ketika dia ikut lelang jabatan sama dengan permohonan pindah mutasi,” pungkasnya.

 

Laporan: Ambos Linus

Berita Terkait

Polantas Menyapa Mappatabe: Satlantas Polres Bone Edukasi Pelajar SD Tertib Berlalu Lintas
Bupati Bone Sidak RSUD Datu Pancaitana, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Baik
Pertumbuhan Ekonomi Bone Tembus 7,84 Persen, Masuk Jajaran Tertinggi di Sulsel
Bupati Bone Pimpin Rakor Reforma Agraria, Fokus Wujudkan Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat
Phinisi Challenge 2026 Resmi Bergulir, Brimob Sulsel Tempa Personel Jadi Garda Tangguh
Jaga Kamseltibcar Lantas, Satlantas Polres Bone Tegur Pemilik Usaha Dan Tukang Parkir
Jadwal Ops Patuh 2026 Diundur Se-Indonesia, Kasat Lantas Polres Bone: Tindakan Rutin Tetap Berjalan
Aksi Sosial Polantas Bone Berbagi Makanan Hingga Edukasi Pengguna Jalan Dan Tukang Becak
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Polantas Menyapa Mappatabe: Satlantas Polres Bone Edukasi Pelajar SD Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:34 WITA

Bupati Bone Sidak RSUD Datu Pancaitana, Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Baik

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:22 WITA

Bupati Bone Pimpin Rakor Reforma Agraria, Fokus Wujudkan Kepastian Hukum dan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:03 WITA

Phinisi Challenge 2026 Resmi Bergulir, Brimob Sulsel Tempa Personel Jadi Garda Tangguh

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:55 WITA

Jaga Kamseltibcar Lantas, Satlantas Polres Bone Tegur Pemilik Usaha Dan Tukang Parkir

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Bone Salurkan Bantuan untuk Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:36 WITA