Cuaca Ekstrem Landa Sulsel, BPBD Antisipasi Bencana Banjir dan Longsor

- Editor

Rabu, 12 Oktober 2022 - 22:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAKASSAR,LinusTerkini.com — Cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel terkait dengan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang terdampak bencana (gempa bumi, angin kencang, kebakaran,banjir, angin puting beliung, banjir bandang, tanah longsor, abrasi) periode Januari-September 2022, sepanjang periode tersebut telah terjadi sebanyak 528 kasus bencana, dengan total 22.132 korban jiwa dan taksiran kerugian sebesar Rp. 48.248.918.000.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel Muhammad Firda menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis pada tahun 2021 yang lalu oleh BPBDSulsel, potensi bahaya banjir dan tanah longsor di Sulsel berada pada kelas sedang dan tinggi.

Menurut Firda, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman selalu menginstruksikan kepada BPBD dan instansi terkait lainnya untuk lebih siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini. Jika terjadi bencana, atas instruksi Gubernur, Pemprov Sulsel melalui BPBD dinas terkait harus turun memberikan Bantuan langsung segera.

Baca Juga:  Ops Keselamatan, Polantas Bone Ramcek Bus dan Cek Kesehatan di Pelabuhan Bajoe

“Potensi bahaya banjir di Sulsel dengan Kelas Sedang terdapat pada 2 kabupaten/kota, yaitu Bantaeng dan Jeneponto, sedangkan 21 kabupaten/kota lainnya berada pada Kelas Tinggi. Sementara potensi bahaya tanah longsor di Sulsel dengan Kelas Sedang terdapat pada 2 kabupaten/kota, yaitu Takalar dan Wajo, sedangkan yang lain berada pada Kelas Tinggi,” kata Firda saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Rabu (12/10/2022).

Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan BPBD Prov. Sulsel sejak dini guna mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor.

“Kami telah melakukan supporting simulasi penanggulangan bencana pada wilayah yang berpotensi, seperti yang telah dilaksanakan di Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare (simulasi banjir) dan di Malino, Kabupaten Gowa (simulasi tanah longsor). Kami juga intens melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dalam hal meningkatkan kesiapsiagaan daerah, baik personil, peralatan maupun logistik bencana melalui grup Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Memang pada musim hujan ini harus diantisipasi bencana alam hydrometeorologi, yaitu bencana yang diakibatkan iklim (banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung), untuk dokumen Kajian Risiko Bencana yang mengakomodir peta bahaya, peta kerentanan, dan peta kapasitasnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Momen Hari Keselamatan LLAJ Nasional, Satlantas Polres Bone Bersama Jasa Raharja Bagi Helm Gratis Ke Wajib Pajak

Pihaknya, menurut Firda juga secara intens berkolaborasi dan bersinergi dengan instansi lintas sektoral, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terkait dengan informasi elevasi sungai di Sulsel setiap jamnya.

Untuk daerah yang dilanda bencana, kata Firda, BPBD Prov. Sulsel telah menyiapkan logistik bencana berupa logistik pangan, perlengkapan keluarga, perlengkapan bayi, dan shelter kit (selimut, bantal, dan tenda terpal).

“Hal tersebut merupakan kebutuhan dasar bagi korban bencana, sehingga jika terjadi bencana maka kami siap mensupport. Kesiapsiagaan Anggota Tim Reaksi Cepat pada BPBD Provinsi Sulsel sebagai personil yang akan membantu evakuasi, membuat laporan kaji cepat dan membawa logistik bencana jika terjadi bencana,” ungkapnya.

Melalui BPBD kabupaten/kota, pihaknya juga mengedukasi masyarakatnya untuk tetap menjaga lingkungannya, misalnya tidak membuang sampah di saluran air dan kanal pada musim hujan ini, sehingga drainase air dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

 

Laporan: Ambos Linus

Berita Terkait

Ops Patuh 2026 Dimulai 8 Juni, Polres Bone Gelar Latpra Ops
Jelang Ops Patuh 2026, Polantas Bone Tertibkan Penggunaan Knalpot Brong
Kasat Lantas Polres Bone Ikuti Latpraops Patuh Pallawa 2026 di Polda Sulsel
Wabup Bone Hadiri Penamatan 507 Santri MHQ, Dorong Santri Raih Cita-cita Setinggi Mungkin
Sigap, Satlantas Polres Bone Tertibkan Tenda Pernikahan Tutup Badan Jalan 
Edukasi Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Bone Gelar Polantas Menyapa Bersama Tukang Ojek
KRI Satlantas Polres Bone: Mari Manfaatkan Program Bebas Denda Dan Diskon Pajak Kendaraan
Jaga Kamseltibcar Lantas, Satlantas Polres Bone Pam Car Free Day
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:53 WITA

Ops Patuh 2026 Dimulai 8 Juni, Polres Bone Gelar Latpra Ops

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:10 WITA

Jelang Ops Patuh 2026, Polantas Bone Tertibkan Penggunaan Knalpot Brong

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WITA

Kasat Lantas Polres Bone Ikuti Latpraops Patuh Pallawa 2026 di Polda Sulsel

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:22 WITA

Wabup Bone Hadiri Penamatan 507 Santri MHQ, Dorong Santri Raih Cita-cita Setinggi Mungkin

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WITA

Sigap, Satlantas Polres Bone Tertibkan Tenda Pernikahan Tutup Badan Jalan 

Berita Terbaru