Diduga Ada Setoran Ke Oknum APH, Peredaran Rokok Ilegal Lancar Jaya

- Editor

Minggu, 25 Agustus 2024 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BONE, LinusTerkini.com- Maraknya peredaran rokok yang diduga memakai cukai palsu yakni merek Tobaco dan Rocker diduga ikut melibatkan oknum polisi di Kabupaten Bone serta Polda Sulawesi Selatan.

Selain itu, peredaran rokok  ilegal juga berpotensi menimbulkan kerugian negara, karena rokok merupakan barang kena cukai hasil tembakau (BKC-HT) juga berkontribusi pada pembangunan negara.

Seorang sumber yang disembunyikan identitasnya demi keamanan narasumber sebut saja “M” alias Irwanto (nama samaran) yang ditemui pada Rabu malam 21 Agustus lalu menyebutkan, sebenarnya itu rokok sudah lama berjalan, cuma tidak menentu.

“ Kalau mau lagi terbagi ada ke Palattae, terbagi ada ke Kendari (Sulawesi Tenggara),” jelasnya.

Ditanya soal asal usul barang, “M” dengan tegas menjawab “dari Makassar”

Baca Juga:  Komitmen Perangi Narkoba, Tiga Personel Polres Bone Resmi Dipecat Melalui Upacara PTDH

Masih kata “M” jika rokok merek Tobako dibawa ke Sulawesi tenggara karena disana laku, kalau Rocker pasarannya dibone

Sementara untuk harga rokok sendiri “M” mengaku tidak terlalu mengetahui, karena ada management tersendiri yang mengurus

“Saya tidak tahu kalau soal harga, karena tidak menentu, dan ada management nya yang tinggal di Palatta’e, kata “M”

Kembali ditanya soal komunikasi dengan pihak APH “M” sontak menjawab “Sudah lama mi di Polres, Polda, dan Aryum dari Palatta’e yang komunikasi.

Disisi lain seorang sumber yang juga meminta di rahasiakan identitasnya sebut saja “HM”  yang ditemui pada Jumat 23 Agustus mengaku jika adiknya sering mengambil barang di Palatta’e kecamatan Kahu.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bone Bertemu Jasa Raharja dan Dishub, Ini Yang Dilakukan

Kebetulan adik saya itu kan kampas barang, dan dia biasa ambil barang di Palatta’e, kata “HM”

Lanjut “HM” biasanya dua kali seminggu itu kontener bermuatan rokok di bongkar di sana, biasa sekali bongkar sampai 2 ( dua ) kontener.

Untungnya lumayan bagus, karena kita bisa untung Rp.1000/ bungkus dan barangnya cepat habis.

Dalam 1 box besar itu isinya 80 pack, atau 800 bungkus, Jadi dalam 1 box itu kita bisa untung sekitar Rp.800.000, kan di sana ( Palatta’e ) di beli Rp.115.000/ pack dan di jual ke pengecer seharga Rp. 125.000, terang “HM”

 

Laporan: Ici

Berita Terkait

Bermodal Uang Kredit, Warga Bengo Beli Alsintan Bantuan senilai Rp. 250 juta
Polres Bone Bantah Tudingan Pungutan Liar dalam Penanganan Perkara Narkotika, Propam Ungkap Fakta Sebaliknya
Aksi Pencurian Gabah di Desa Samaenre Terekam CCTV, Warga Resah Minta Polisi Bertindak
Komitmen Perangi Narkoba, Tiga Personel Polres Bone Resmi Dipecat Melalui Upacara PTDH
Mangkraknya Proyek Bola Soba Dinilai Cerminkan Lemahnya Komitmen Pemerintah dan APH
Kasat Narkoba Polres Bone Bantah Dugaan Suap Dalam Penanganan Kasus Narkoba
DPK LIPAN Bone mendesak Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas kasus ini
Lamellong Minta KPK RI Ambil Alih Kasus Mangkrak Proyek Bola Soba Puluhan Milliar Rupiah
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:38 WITA

Bermodal Uang Kredit, Warga Bengo Beli Alsintan Bantuan senilai Rp. 250 juta

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:21 WITA

Polres Bone Bantah Tudingan Pungutan Liar dalam Penanganan Perkara Narkotika, Propam Ungkap Fakta Sebaliknya

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:53 WITA

Aksi Pencurian Gabah di Desa Samaenre Terekam CCTV, Warga Resah Minta Polisi Bertindak

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:05 WITA

Komitmen Perangi Narkoba, Tiga Personel Polres Bone Resmi Dipecat Melalui Upacara PTDH

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:19 WITA

Mangkraknya Proyek Bola Soba Dinilai Cerminkan Lemahnya Komitmen Pemerintah dan APH

Berita Terbaru