WATAMPONE, LinusTerkini.com— Kebijakan penagihan tunggakan oleh PDAM Tirta Bone kembali menuai keluhan dari warga. Seorang pelanggan mengaku kecewa setelah permohonannya untuk membayar rekening air secara bertahap tidak diterima. Ia bahkan mengaku mendapat ancaman pemutusan sambungan air apabila tidak segera melunasi tunggakan selama tiga bulan sekaligus.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada Senin (18/5/2026). Dalam keterangannya, pelanggan itu menegaskan dirinya bukan tidak ingin membayar kewajiban, melainkan hanya meminta keringanan agar pembayaran dapat dilakukan sesuai kemampuan ekonomi keluarganya.
“Saya sudah berusaha membayar. Bulan lalu saya bayar dua bulan dan kuitansinya masih saya simpan. Sekarang saya minta lagi diberi kesempatan bayar dua bulan dulu, tapi tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, dua hari sebelumnya seorang pegawai perempuan dari PDAM Tirta Bone datang ke rumahnya untuk melakukan penagihan. Saat itu, ia mengaku telah menyampaikan komitmennya untuk kembali melakukan pembayaran pada 20 Mei 2026 untuk dua bulan tunggakan.
Namun, sehari kemudian petugas kembali datang dan menyampaikan bahwa pembayaran harus dilakukan penuh selama tiga bulan. Jika tidak, sambungan air pelanggan disebut akan diputus.
Situasi tersebut membuat pelanggan merasa tertekan. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, pembayaran sekaligus dalam jumlah besar dinilai cukup memberatkan bagi masyarakat kecil yang tetap berupaya memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan layanan publik.
“Bukan saya tidak mau bayar, saya hanya minta kebijakan supaya bisa mencicil dulu sesuai kemampuan,” katanya.
Persoalan ini dinilai bukan sekadar menyangkut administrasi tagihan, melainkan juga kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih. Air menjadi kebutuhan vital yang digunakan setiap hari untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan kesehatan keluarga.
Karena itu, sejumlah warga berharap kebijakan penagihan dapat lebih mengedepankan pendekatan humanis, khususnya bagi pelanggan yang masih menunjukkan itikad baik untuk membayar meski secara bertahap.
Di sisi lain, PDAM Tirta Bone sebagai perusahaan daerah tentu memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas operasional dan memastikan pembayaran pelanggan berjalan lancar agar pelayanan tetap dapat diberikan kepada masyarakat luas. Namun demikian, ruang komunikasi dan solusi yang lebih fleksibel dinilai penting agar kebijakan perusahaan tidak menimbulkan keresahan sosial di tengah masyarakat.
Warga berharap PDAM Tirta Bone dapat membuka ruang kebijakan yang lebih bijaksana bagi pelanggan yang mengalami kesulitan ekonomi sementara, tanpa harus langsung dihadapkan pada ancaman pemutusan sambungan air.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Tirta Bone terkait mekanisme pembayaran bertahap maupun kebijakan pemutusan sambungan bagi pelanggan yang memiliki tunggakan rekening air.
Laporan: Tim













