LinusTerkini.com – Warga yang melintas di jalur Bone, Sinjai, Bulukumba hingga Bantaeng pada 13 Juni 2026 mungkin sempat mengira ada pergerakan pasukan khusus.
Bukan karena ada operasi militer, melainkan karena enam unit mobil klasik dari Klub Mobil Klasik Bone (KMKB) sedang melaksanakan “Operasi Pantai Marina 2026” untuk menghadiri Kopdar Gabungan (Kopdargab) kendaraan retro dan klasik se-Sulawesi Selatan di Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng.
Pasukan baja klasik ini berangkat dengan formasi rapi menempuh ratusan kilometer perjalanan lintas kabupaten demi satu misi mulia: mempererat persaudaraan sesama pecinta kendaraan klasik dan memeriahkan ajang otomotif terbesar komunitas retro Sulawesi Selatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Juni 2026.
Yang membuat perjalanan ini semakin menarik, enam mobil klasik tersebut mendapat pengawalan langsung dari dua penasehat KMKB yang sudah sangat dikenal di kalangan komunitas Sulsel yakni Om Rusli dan Om Cos.
Meski status mereka senior, banyak peserta meyakini bahwa jiwa muda keduanya masih tersimpan utuh dan belum pernah mengalami restorasi.
Dalam istilah militer retro, Om Rusli dan Om Cos bertindak sebagai “jenderal lapangan” yang memastikan seluruh armada tiba dengan selamat di lokasi operasi. Sesekali keduanya memberikan arahan, sesekali melontarkan candaan, dan lebih sering menjadi pusat perhatian anggota rombongan.
“Boleh jadi mobilnya keluaran puluhan tahun lalu, tapi semangat Om Rusli dan Om Cos seperti keluaran tahun depan,” celetuk salah seorang peserta yang langsung disambut gelak tawa.
Sepanjang perjalanan, konvoi KMKB menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang melambaikan tangan, mengabadikan momen dengan ponsel, bahkan ada yang spontan bertanya apakah sedang ada syuting film jadul karena deretan mobil klasik yang melintas begitu mencuri perhatian.
Setibanya di Pantai Marina, rombongan KMKB langsung bergabung dengan komunitas kendaraan klasik dari delapan kabupaten di Sulawesi Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Celebes Retro Classic ini berlangsung meriah dan sukses.
Acara secara resmi dibuka oleh Bupati Bantaeng, yang memberikan apresiasi terhadap komunitas otomotif yang turut berkontribusi dalam menjaga warisan kendaraan klasik sekaligus mendukung promosi wisata daerah.
Selama dua hari kegiatan, suasana Pantai Marina berubah menjadi markas besar para pecinta otomotif retro. Berbagai agenda digelar mulai dari pameran kendaraan klasik, sesi foto bersama, sharing pengalaman restorasi kendaraan, hiburan, ramah tamah, hingga malam keakraban yang berlangsung penuh kehangatan.
Di sela-sela kegiatan, para peserta tampak saling bertukar cerita. Ada yang membahas pengalaman berburu onderdil langka, ada yang berbagi tips merawat kendaraan tua, dan ada pula yang berdebat ringan soal mobil klasik paling legendaris sepanjang masa. Untungnya, tidak ada yang sampai mengeluarkan “senjata”, kecuali foto-foto mobil kesayangan masing-masing.
Kopdargab kali ini juga membuktikan bahwa kendaraan klasik bukan sekadar soal mesin tua dan bodi lawas. Di balik setiap mobil terdapat cerita, persahabatan, kenangan, dan kecintaan terhadap sejarah otomotif yang terus dijaga oleh para pemiliknya.
Bagi KMKB Bone, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan hanya soal menghadiri acara, tetapi juga membawa nama daerah serta memperkuat silaturahmi dengan komunitas lain di Sulawesi Selatan.
Setelah dua hari menjalankan misi dengan sukses, pasukan KMKB akhirnya kembali ke Bone dengan selamat.
Tidak ada kendaraan yang tertinggal, tidak ada personel yang hilang, dan tidak ada korban selain beberapa peserta yang terkena gejala akut bernama “rindu kopdar berikutnya.”
Operasi Pantai Marina 2026 pun resmi dinyatakan berhasil. Enam tank klasik kembali ke markas, dua jenderal muda berkedok senior pulang dengan senyum lebar, dan persaudaraan antar pecinta mobil klasik Sulawesi Selatan semakin kokoh.
Misi selesai. Mesin dimatikan. Persahabatan tetap menyala.
Laporan: Hasjant













