BONE,LinusTerkini.com– Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama ratusan tukang ojek di Gedung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone yang terletak di Jalan MT Haryono, Rabu (11/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bone menyampaikan semangat kebersamaan dan pentingnya menjaga silaturahmi dengan para tukang ojek yang sehari-hari beraktivitas di wilayah Kabupaten Bone.
Pada kesempatan itu juga dibagikan sebanyak 150 paket sembako Ramadhan 1447 Hijriah kepada para tukang ojek.
Pembagian sembako dilakukan melalui sistem kupon yang sebelumnya telah dibagikan kepada para penerima manfaat. Untuk menerima paket tersebut, para tukang ojek diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk verifikasi.
Muhammadong yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para pekerja sektor informal, khususnya tukang ojek yang setiap hari berjuang mencari nafkah di jalan.
Kegiatan sosial yang berlangsung di kantor BAZNAS tersebut berada di bawah pimpinan Ketua BAZNAS Bone, H. Zenal, yang setiap tahunnya rutin menyalurkan bantuan sembako kepada tukang ojek menjelang bulan suci Ramadhan.
Salah seorang tukang ojek yang ditemui awak media Linus Terkini di Jalan S. Musi pada Kamis (12/03/2026) mengaku bersyukur atas bantuan tersebut, meski ia memilih tidak disebutkan namanya.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya pembagian sembako ini,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Bupati Bone menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan sudah mulai dirasakan masyarakat, meski masih ada beberapa ruas jalan yang perlu terus diperbaiki.
“Kita terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan di Kabupaten Bone. Semoga ke depan jalan-jalan kita tidak lagi ‘berlenggot-lenggot’ ketika dilewati,” ujarnya sambil bercanda disambut tawa para hadirin.
Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Bone tersebut juga berpesan kepada para tukang ojek agar tetap memperhatikan pendidikan anak-anak mereka.
“Jangan sampai anak-anak kalian putus sekolah.
Banyak orang sukses berasal dari keluarga sederhana, dari anak tukang ojek, tukang becak, sopir angkot, nelayan, bahkan petani,” tegasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus memberikan semangat kepada para tukang ojek dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama di bulan suci Ramadhan.
Laporan: Def Cuneng













