Ketua SPBUN PTPN IV Dilaporkan, Diduga Telah Lecehkan Habonaron Do Bona

- Editor

Jumat, 23 September 2022 - 00:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIMALUNGUN,LinusTerkini.com- Sejumlah Organisasi Simalungun melaporkan dugaan penghinaan dan pelecehan Suku Simalungun kepada Polda Sumut dan polres Simalungun yang diduga dilakukan oleh ketua SPBUN PTPN IV.

Laporan yang disampaikan melalui surat Nomor : 002-KAMSI/Lap/Sim/IX/2022 yang ditanda tangani oleh beberapa perwakilan organisasi Simalungun yakni Gerakan Muda Simalungun Bersatu (GMSB) yang diketuai oleh Hotlan Purba, Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Simalungun (GEMAPSI) yang ditanda tangani oleh ketua Anthony Damanik dan FORFESI Front Pembela Simalungun Indonesia yang ditanda tangani ketua Luder purba.

Dalam laporanya yang diterima redaksi media ini Kamis, (22/9/2022) menjelaskan bahwa ketua SPBUN PTPN IV Yang bernama ‘MI’ diduga melakukan penghinaan dan pelecehan kepada Suku Simalungun pada hari Selasa lalu, 20 September 2022 sekitar pukul 12.00 bertempat di kantor Bupati Simalungun di Pematang Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Hotlan Purba didampingi Anthony Damanik menjelaskan bahwa salah seorang pengunjuk rasa dari SPBUN PTPN IV yang kami duga bernama MI telah merampas dengan kekerasan microfon dari tangan pejabat Pemkab Simalungun Sarimuda Purba, Jabatan Asisten I Pemkab Simalungun dengan disaksikan oleh Kakan Satpol PP Kab.Simalungun Adnadi Girsang, dan Amon Charles Sitorus , Kabag Pemerintah Kabupaten Simalugun.

“Kami melihat Perampasan micropon tersebut dilakukan tepat saat pejabat Pemkab Simalungun Sarimuda Purba menjelaskan makna, “HABONARON DO BONA”, saat itu Sarimuda purba sedang mengucapkan makna dan arti “HABONARON DO BONA”, dan tiba tiba micropon langsung di rampas secara paksa dan saat mikrofon di pegang ‘MI’ yang bersangkutan mengatakan, “Kami Tidak Paham Kalimat Itu Ya”.

Baca Juga:  Respon Cepat Tim SAR Brimob Bone Evakuasi Truk Kontainer Tertimpa Pohon Tumbang

Foto saat ketua SPBUN melakukan Perampasan microfon, saat ia menjelaskan makna Habonaron do bona
Foto saat ketua SPBUN melakukan Perampasan mikrofon, saat ia menjelaskan makna Habonaron do bona
Dengan kejadian itu Kami menganggap perampasan micropon dengan paksa dan pernyataan yang tidak memahami “HABONARON DO BONA, ini adalah bentuk Penghinaan dan Pelecehan kepada kami Suku Simalungun, Kepada Pemkab Simalungun, dan Kepada Salah seorang Tokoh Simalungun dan Kepada Falsafah Hidup Simalungun”, Kata Hotlan.

Anthony Damanik juga mengatakan bahwa Akibat dari Penghinaan dan Pelecehan ini telah mengakibatkan kemarahan kami dari Suku Simalungun, karena Suku pendatang yang hidup sejahtera dari tanah Simalungun justru menghina dan melecehkan kami di tanah leluhur/ dikampung halaman kami
sendiri.

“Untung PTPN IV tidak terhingga dari tanah Simalungun, tapi untuk mendengar dan memahami makna palsafah Simalungun saja tidak mau bahkan melecehkannya,
tentu hal ini tidak bisa kita biarkan, maka dengan tegas kami minta kepada Polda sumut untuk serius menanggapi laporan kami ini”.

Baca Juga:  Gibran Disambut Warga Boyolali, dari Pengrajin Tembaga sampai Komunitas Seni

Sementara Luder Purba ketua FORPESI mengatakan ujuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum itu memang diatur UU dan itu merupakan Hak setiap warga Negara, namun kan harus mengedepankan norma-norma dan aturan yang ada, apalagi yang demo itu merupakan Karyawan yang di gaji oleh Perusahaan Negara.

“Apalagi PTPN IV ini kan sudah menguasai ± 60.000 Ha tanah/alam Kabupaten Simalungun dan 60 % lahan perkebunan PTPN IV berada di Kabupaten Simalungun dengan demikian sudah tak terhingga jumlah keuntungan yang di raup PTPN IV dari hasil mengekploitasi alam /tanah Simalungun yang telah membuat makmur dan sejahtera Direksi, Staff dan Karyawan PTPN IV.

Sudah sejahtera dari tanah Simalungun masak untuk memahami dan menghormati palsafah Simalungun “HABONARON DO BONA “ saja tidak bisa, inikan sebuah penghinaan dan pelecehan menurut kami, Kata Luder.

Pihak direksi PTPN IV saat dikonfirmasi tim media ini Kamis,(22/9/2022) tidak menjawab konfirmasi, meski pesan yang dikirimkan terlihat sudah masuk.

Sementara Sampai berita ini diterbitkan ketua SPBUN PTPN IV belum bisa dimintai tanggapannya atas laporan yang dilakukan beberapa organisasi Simalungun itu.

 

Laporan: Rizky Zulianda

Berita Terkait

Satreskrim Polres Bone Ringkus 3 Pelaku Pencurian Kabel PLN, Kerugian Capai 2,5 Miliar 
Solidaritas Insan PERS, LSM, dan ORMAS: Tegakkan Keadilan dan Transparansi Dalam Perkara Ott Nardi di Bengkulu Tengah
Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor
Warga Kahu Diamankan Polisi Kemudian di Lepas kembali ,Diduga Terlibat Penjualan Rokok Ilegal
Penyalahguna BBM bersubsidi di libureng diduga di back Up orang Polda, Polres Bone masih Bungkam
Perkara Laka Lantas yang Melibatkan Anak, Satlantas Polres Bone Selesaikan Dengan Diversi
Lamellong Tantang Kasat Reskrim Yang Baru Tuntaskan Kasus Proyek Bola Soba 
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Dianggap T4ik
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:05 WITA

Satreskrim Polres Bone Ringkus 3 Pelaku Pencurian Kabel PLN, Kerugian Capai 2,5 Miliar 

Minggu, 20 September 2026 - 15:07 WITA

Solidaritas Insan PERS, LSM, dan ORMAS: Tegakkan Keadilan dan Transparansi Dalam Perkara Ott Nardi di Bengkulu Tengah

Rabu, 16 September 2026 - 13:58 WITA

Guncang DPR! Ranny Fadh Arafiq Terseret OTT KPK Ratusan Miliar, PPWI Desak Pecat dan Miskinkan Koruptor

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WITA

Warga Kahu Diamankan Polisi Kemudian di Lepas kembali ,Diduga Terlibat Penjualan Rokok Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 17:04 WITA

Penyalahguna BBM bersubsidi di libureng diduga di back Up orang Polda, Polres Bone masih Bungkam

Berita Terbaru