BONE,LinusTerkini.com– Cara Bupati Bone memantau kebersihan kota tidak biasa. Jumat pagi (16/10/2026), Bupati Bone Andi Asman Sulaiman S.sos. M,si memilih berjalan kaki menyusuri Kota Watampone, bukan dengan mobil dinas. Sambil berolahraga pagi, ia menyisir lorong demi lorong untuk memastikan Watampone benar-benar bersih.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan santai. Ini adalah evaluasi langsung kesiapan Kabupaten Bone menghadapi penilaian Adipura 2026. Pemantauan dimulai sejak subuh dari pusat kota Watampone dan berakhir di Kantor Kelurahan Jeppe,e Kecamatan Tanete Riattang Barat dan disambut Kepala Kelurahan Jeppe,e Bu Rosmidah S, sos beserta jajarannya, setelah meninjau beberapa titik yang selama ini menjadi sorotan soal sampah dan drainase.
Dalam blusukan tersebut, Bupati tidak sendiri. Ia didampingi para camat, khususnya Camat Tanete Riattang Barat, Bapak Muhammad Amin, STP. Sejumlah pimpinan OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PU, Satpol PP, serta unsur Forkopimda. Beberapa kali Bupati terlihat berhenti, berdialog dengan warga, dan menegur petugas kebersihan di lapangan.
“Kita tidak mau Adipura hanya jadi piala di lemari. Adipura adalah cermin budaya bersih masyarakat Bone. Kalau Watampone bersih, wibawa Bone juga terangkat,” tegas Bupati Andi Asman di sela pemantauan.
Pemantauan langsung ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Bone serius. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan, tapi memperkuat sinergi lintas sektor dan mengajak masyarakat terlibat aktif. Pasalnya, penilaian Adipura 2026 tidak lagi hanya menilai kerja pemerintah, tapi partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan turun langsung berjalan kaki, Bupati Bone ingin memberi contoh bahwa menjaga kebersihan adalah gerakan bersama, bukan sekadar tugas dinas.
Laporan: RED/HASJANT













