BONE, LinusTerkini.com– Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., resmi menutup Festival Literasi Kabupaten Bone Tahun 2026 di pelataran Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bone, Rabu (28/10/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026, mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh”. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta penghargaan bagi stan literasi terbaik.
Dalam sambutannya, Andi Akmal menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang melibatkan pemerintah desa, perguruan tinggi, komunitas, sekolah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menyukseskan festival tersebut, yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.
“Festival literasi ini diharapkan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Bone yang memiliki pengetahuan, kemampuan membaca, dan keterampilan belajar yang kuat. Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital dan keuangan,” ujar Andi Akmal.
Ia mengatakan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar budaya membaca dapat tumbuh dari desa, kampus, komunitas, hingga lingkungan keluarga.
Andi Akmal juga mengingatkan pentingnya membaca sebagai fondasi dalam menuntut ilmu. Ia merujuk pada pesan Iqra atau perintah membaca dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kebiasaan membaca tidak dapat disamakan dengan sekadar mengonsumsi konten di media sosial. Membaca dan belajar secara mendalam dapat memperluas wawasan, memperkuat pemahaman, serta membentuk pola pikir kritis.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.
“Tantangan kita hari ini adalah perubahan digital yang begitu cepat. Anak-anak harus dibiasakan membaca, belajar, dan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya, bukan diterima begitu saja,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebiasaan berliterasi harus dibangun secara bersama-sama oleh orang tua, guru, pemerintah, dan lingkungan masyarakat agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Andi Akmal menyoroti keterlibatan desa dalam Festival Literasi Kabupaten Bone yang dinilainya masih perlu ditingkatkan. Dari sekitar 372 desa di Kabupaten Bone, partisipasi dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin luas pada penyelenggaraan berikutnya.
Ia mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama pemerintah kecamatan dan desa untuk memperluas keterlibatan desa, termasuk mendorong keberadaan dan pengembangan perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat.
Andi Akmal mencontohkan Desa Bacu sebagai salah satu desa yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan perpustakaan dan literasi hingga meraih prestasi di tingkat nasional. Ia berharap semakin banyak desa yang terlibat aktif dalam festival literasi pada tahun mendatang.
Tak hanya pemerintah desa, perguruan tinggi dan komunitas literasi juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat budaya membaca. Andi Akmal mengapresiasi keterlibatan kalangan kampus, termasuk IAIN, serta komunitas membaca yang aktif menggerakkan kegiatan literasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, dukungan perguruan tinggi perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam membangun lingkungan yang mendukung pengembangan pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, seperti jalan, jembatan, dan gedung. Pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama karena kualitas manusia tumbuh melalui kebiasaan belajar, lingkungan yang mendukung, serta pendampingan orang tua dan guru.
Anak-anak, lanjutnya, perlu dibiasakan membaca, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan bersikap kritis agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, dan gedung, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Kita harus menciptakan lingkungan yang membiasakan anak-anak mencintai ilmu pengetahuan, rajin membaca, berdiskusi, dan berani berpikir kritis,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Andi Akmal menyampaikan selamat kepada para pemenang lomba dan penerima penghargaan stan literasi terbaik. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dan pengunjung juga merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kabupaten Bone.
Ia berharap Festival Literasi Kabupaten Bone pada tahun berikutnya dapat diselenggarakan lebih meriah, melibatkan lebih banyak desa, perguruan tinggi, dan komunitas, serta menghadirkan kegiatan yang semakin berkualitas.
Laporan: IC













