BONE,LinusTerkini.com-Langit Desa Tirong, Kecamatan Palakka, benar-benar tidak pernah sepi selama 10 hari. Ribuan mata tertuju ke atas. Teriakan, sorak, dan tepuk tangan pecah setiap kali layangan saling beradu di udara.
Itulah *Festival Layang-Layang 2026 Desa Tirong* yang digelar oleh *Komunitas Pemuda Tirong* yang dimotori oleh tokoh pemuda dan masyarakat Desa Tirong, *Pak Rusli*.
Festival ini resmi dibuka pada *26 Oktober 2026* dan ditutup dengan meriah pada *5 November 2026*. Pendaftarannya saja sudah jadi bukti antusiasme warga: dibuka *26 Oktober sampai 1 November 2026*, langsung diserbu peserta dari berbagai penjuru.
*Dari 362 Jadi 6 Terbaik: Seleksi Super Ketat!*
Inilah yang bikin festival ini beda. Bukan sekadar main layang-layang, tapi pertarungan gengsi yang berlapis-lapis:
*- PUTARAN I:* 362 Pendaftar. Langit Tirong penuh sesak layangan warna-warni.
*- PUTARAN II:* Tersisa 181 Peserta. Separuh gugur, yang bertahan makin garang.
*- PUTARAN III:* Tersisa 46 Peserta. Mulai terasa siapa yang benar-benar ahli.
*- PUTARAN IV:* Tersisa 23 Peserta. Setiap aduan jadi penentu hidup-mati.
*- PUTARAN V:* Tersisa 11 + 1 Peserta. Drama terjadi di sini!
*- PUTARAN VI:* Tersisa 6 Peserta. Hanya yang paling kuat yang bertahan.
*- PUTARAN VII – FINAL:* Perebutan Juara!
Dari 362, hanya 6 yang berhak naik ke panggung final. Penonton sampai lupa berkedip!
*Inilah Para Juara yang Bikin Tirong Bangga!*
*PEREBUTAN JUARA UTAMA:*
*I – BEPPA RICA 02*
*II – AGGALANGE 02*
*III – HANTU UDARA 02*
*PEREBUTAN JUARA HARAPAN:*
*I – BEPPA RIC 01*
*II – ANGIN TIMUR 06*
*III – SEROJA 03*
Nama-nama layangan itu kini jadi legenda baru di Tirong. Beppa Rica 02 tampil luar biasa stabil, Aggalange 02 tak kalah ngotot, dan Hantu Udara 02 benar-benar sesuai namanya: sulit ditebak, tiba-tiba menyambar dari atas.
Selain juara utama dan harapan, panitia juga menyiapkan *berbagai hadiah hiburan lainnya* dan *doorprize menarik* yang disponsori oleh *BISI*. Jadi yang pulang bukan cuma juara, penonton pun pulang bawa hadiah!
*Kata Pak Rusli: Ini Bukan Sekadar Lomba*
> “Kami ingin pemuda Tirong punya wadah yang positif, yang kompak, yang melestarikan permainan tradisional tapi juga bikin desa kita hidup. Terima kasih untuk semua peserta, penonton, dan sponsor BISI. Tahun depan kita bikin lebih besar lagi!” – Pak Rusli, Motor Penggerak Komunitas Pemuda Tirong.
Festival ini bukan hanya soal siapa yang menang. Tapi soal gotong royong, silaturahmi, dan kebanggaan jadi orang Tirong.
*Tirong sudah membuktikan: Desa kecil, tapi langitnya bisa menggetarkan Palakka!*
Sampai jumpa di Festival Layang-Layang 2027!
Laporan: Hasjant













