BONE, LinusTerkini.com— Penyaluran bantuan pangan (sembako) bagi warga kurang mampu kembali dilakukan di Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (29/04/2026).
Namun di balik pembagian tersebut, terselip rasa kecewa yang mendalam dari sebagian warga yang merasa tak lagi tersentuh bantuan.
Salah satunya datang dari seorang warga Kelurahan Toro, sebut saja Mans. Dengan suara yang tertahan, ia mengungkapkan kegundahannya setelah namanya tak lagi tercantum sebagai penerima bantuan, padahal kondisi ekonominya masih jauh dari kata stabil.
Mans, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, mengaku penghasilannya semakin tidak menentu. Ia merasakan langsung dampak menurunnya aktivitas di Pasar Sentral Lama, yang dulu menjadi sumber utama penumpang. Kini, ia harus berjuang lebih keras hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Riolo materima mo bantuan makkokkoe Dena gaga asekku kasi”
“Dulu saya pernah dapat bantuan, tapi sekarang sudah tidak ada lagi nama saya. Padahal kondisi ekonomi masih begini-begini saja,” ujarnya lirih.
Ia juga mengaku setiap kali ada pendataan ulang, dirinya selalu diminta melengkapi berkas seperti fotokopi Kartu Keluarga.
Namun, harapan itu seolah berujung sia-sia.
“Sudah sering diminta fotokopi KK, tapi hasilnya nihil. Tidak ada kejelasan.
Dua tahun lalu terakhir saya dapat bantuan, setelah anak saya selesai sekolah malah dihapus. Padahal kebutuhan tetap jalan,” tambahnya.
Kekecewaan Mans semakin dalam ketika ia merasa bantuan yang ada tidak sepenuhnya tepat sasaran.
Ia bahkan sempat menyarankan istrinya untuk tidak lagi berharap terlalu banyak.
“Saya bilang sama istriku, tidak usah repot-repot massering(menyapu). Percuma kalau tidak diperhatikan. Yang dapat bantuan itu-itu saja, orang dekat saja,” ungkapnya dengan nada getir.
Di akhir pernyataannya, Mans berharap pemerintah setempat, khususnya di Kelurahan Toro, dapat lebih peka dan adil dalam melakukan pendataan serta penyaluran bantuan.
“Semoga pemerintah lebih memperhatikan warga yang benar-benar membutuhkan, supaya bantuan ini tepat sasaran,” tegasnya.
Kisah Mans menjadi potret kecil dari harapan besar masyarakat kecil yang ingin didengar dan diperhatikan.
Di tengah himpitan ekonomi, bantuan bukan sekadar angka dalam data, melainkan napas yang membantu mereka bertahan hidup.
Laporan: Redaksi













