BONE,LinusTerkini.com— Suasana jalur perbatasan Panyula–Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat malam (29/05/2026), mendadak terasa seperti area operasi militer.
Bedanya, yang diburu bukan penyusup negara, melainkan “pasukan pembuang sampah liar” yang kerap menjadikan pinggir jalan dan sungai sebagai markas pembuangan rahasia.
Dalam kegiatan patroli malam itu, Satgas Kelurahan Panyula bersama pemerintah setempat turun langsung melakukan “Operasi Senyap Anti Sampah” demi menjaga kebersihan wilayah.
“Patroli ini kita lakukan untuk mengantisipasi warga yang membuang sampah sembarangan, khususnya di jalur perbatasan Panyula–Toro,” ujar Lurah Panyula, Andi Taqwa Alam Rasul.
Bak adegan film operasi tangkap tangan, petugas akhirnya berhasil “menciduk” sebuah mobil pickup bernomor polisi DW 8835 MF yang diduga hendak menjalankan misi pembuangan sampah secara diam-diam di wilayah sungai Toro.
Pengemudinya berinisial AN (41), warga BTN Lona Timur.
Saat dikonfirmasi petugas, ia mengaku hanya menjalankan “perintah komando” dari temannya. Dalam bahasa Bugis, temannya disebut berkata, “Koni karo mubuang sampahmu di saloe Toro,” yang artinya kurang lebih menyuruh membuang sampah ke Sungai Toro.
Sayangnya, perintah itu justru membuat “operasi rahasia” mereka gagal total setelah satu kantong sampah lebih dulu mendarat di sungai sebelum akhirnya tim patroli datang bak pasukan intel yang sudah mengendus gerakan sejak awal.
Petugas kemudian memberikan pembinaan dan pemahaman kepada pelaku terkait dampak membuang sampah sembarangan terhadap lingkungan dan kebersihan wilayah.
Lurah Panyula menegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi perkara kecil. Menurutnya, walaupun lokasi kejadian berada di wilayah Toro dan bukan area administrasi Kelurahan Panyula, perhatian terhadap sampah tetap menjadi komitmen bersama pemerintah.
“Walaupun itu bukan wilayah kami, tapi perhatian terhadap sampah adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Andi Taqwa Alam Rasul.
Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari menjalankan arahan Bupati Bone melalui program BERAMAL, agar wilayah tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Warga sekitar pun berharap patroli seperti ini terus dilakukan. Sebab menurut mereka, kalau pasukan anti sampah sudah rutin bergerak, maka para “gerilyawan kantong plastik” akan mulai berpikir dua kali sebelum menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan dadakan.
Laporan: Def Cuneng













