BONE,LinusTerkini.com-Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Sulawesi Selatan menuai sorotan oleh aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Lamellong terkait kegiatan yang sering dilaksanakan secara berulang-ulang seperti kegiatan Run, yang sumber anggarannya selalu memberikan beban kepada tenaga pengajar dan seolah-olah mewajibkan ikut.
Ketua Umum LSM Lamellong Muhammad Rusdi menilai kegiatan tersebut merupakan ajang bisnis untuk meraup keuntungan besar karena para peserta dibebankan registrasi sebesar Rp 150 ribu per orang, dan acara seperti ini berulang kali dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten Bone
“Disdik Bone menjadi Lahan bisnis yang menggiurkan dan menjanjikan karena mereka bisa memonopoli dan menekan atas jabatannya,” Tegas Rusdi sekum gelora Bone
Oleh sebab itu Rusdi meminta kepada yang terkait dan yang punya kewenangan untuk mengusut tuntas kasus ini, karena diduga ada unsur perbuatan melawan hukum dan masuk zona rawan korupsi.
Laporan: RS













