30 Pengguna Jalan Tidak Menggunakan Masker Kembali Terjaring Ops Yustisi, Kapolres Tana Toraja : Jangan Tunggu Kena Denda Dulu , Baru Mau Tertib

- Editor

Kamis, 17 September 2020 - 06:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tana Toraja, Linusnews.com– 30 pengguna jalan terjaring Operasi Yustisi Pendisiplinan Masyarakat yang dilaksanakan oleh aparat gabungan Polres Tana Toraja , Kodim 1414 / Tator dan Satpol PP di depan Lapas Makale Kel. Bombongan Kec. Makale Kab. Tana Toraja. Selasa (15/09/2020).

Puluhan aparat gabungan Ops Yustisi melaksanakan razia pelanggaran protokoler kesehatan pada pukul 16.00 wita, sasarannya di khususkan pada pelanggaran tidak menggunakan masker bagi pengguna kendaraan, dipimpin oleh Kapolsek Makale AKP. Yakob Parinding, didampingi oleh Danramil 01 Makale Lett Czi Agustinus, Kabid Trantib Sat Pol. PP, Effendi, dan Ipda Lewi Simak.

Pada razia ini, 30 pengguna jalan dijaring dan di ganjar dengan surat teguran, dan disertai dengan pemasangan masker.

Operasi Yustisi yang berlangsung masih mengedepankan tindakan dan langkah humanis, salah satunya adalah pemberian masker secara gratis.

Dari pantauan di lokasi razia, pada umumnya pelanggar protokoler kesehatan tidak menggunakan masker masih di dominasi oleh kalangan generasi milenial, padahal sehari sebelumnya razia masker juga telah dilaksanakan, namun nampaknya masih ada kalangan generasi milenial yang mengabaikan razia penggunaan masker.

Informasi yang di himpun dari sumber kepolisian, penerapan sanksi administrasi berupa denda perorangan sebesar Rp. 25.000 berdasarkan Perbup Tana Toraja No. 20 tahun 2020 akan diterapkan secara maksimal jika masa sosialisasi 10 hari telah dilaksanakan.

Baca Juga:  Prabowo Menjawab Najwa Shihab Soal Mengapa Masih Maju Capres: Selama Ada Kekuatan, Saya Selalu Menyediakan Diri untuk Bangsa

Untuk itu, Kapolres Tana Toraja AKBP. Liliek Tribhawono Iryanto SIK MM yang di konfirmasi terkait hal ini, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat untuk tidak menunggu denda administrasi diterapkan untuk mendisiplinkan warga.

” Jangan tunggu kena denda dulu baru mau tertib, itu adalah perilaku yang merugikan diri sendiri, lebih baik gunakan masker sedari sekarang, jangan keluar dari rumah tanpa bekali diri dengan masker, jadikan masker sebagai kebutuhan, hayo tingkatkan daya tahan kita melawan covid melalui disiplin pakai masker, karena hanya dengan kesehatan yang pulih, ekonomi kita akan bangkit “. Pungkas Liliek Tribhawono .

Sebagai bekal pengetahuan, berikut sanksi denda adminitrasi yang termuat dalam Perbup Tana Toraja Nomor 20 Tahun 2020.

  1. Denda Administrasi untuk Perorangan
    a. Teguran lisan atau tertulis
    b. Kerja sosial atau gentar kebangsaan
    c. Denda administrasi paling sedikit Rp. 25.000.- dan paling banyak Rp. 100.000.-
  2. Denda administrasi untuk Pelaku usaha, Pengelola, penyelenggara atau Penanggung jawab tempat, acara dan fasilitas umum
    a. Teguran lisan atau tertulis
    b. Denda administrasi paling sedikit Rp. 50.000.- dan paling banyak Rp. 150.000
    c. Penghentian sementara operasional usaha / keramaian
    d. Pencabutan izin usaha / izin keramaian.
Baca Juga:  Prabowo - Muhaimin Bakal Dirikan Sekber di Seluruh Provinsi se Indonesia

Terkait hal tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K.,M.Si., menjelaskan Operasi Yustisi ini digelar tersebut untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden RI dalam rangka peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Selain itu operasi ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini semakin masif diseluruh wilayah Sulsel.

“Operasi akan dilakukan di sejumlah lokasi dan sasaran utama adalah klaster COVID-19, lokasi keramaian dan fasilitas umum,” kata Kabid Humas

Dirinya mengajak kepada seluruh warga masyarakat, Sulsel dalam beraktivitas di luar rumah untuk selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Mari kita biasakan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sehingga dapat menekan dan mengendalikan penyebaran COVID-19,” ungkap Kabid Humas.

Ia menambahkan Polda Sulsel dan jajaran akan melaksanakan sinergitas dengan pemerintah daerah khususnya membantu, mendukung, mendampingi, mendorong dan sekaligus mengawasi Dinas maupun instansi terkait dalam melaksanakan tugas dan kegiatan penertiban protokol kesehatan.

Laporan : Ikbal

Editor : Dewi

Berita Terkait

Jelang Ops Patuh 2026, Polantas Bone Tertibkan Penggunaan Knalpot Brong
Kasat Lantas Polres Bone Ikuti Latpraops Patuh Pallawa 2026 di Polda Sulsel
Wabup Bone Hadiri Penamatan 507 Santri MHQ, Dorong Santri Raih Cita-cita Setinggi Mungkin
Sigap, Satlantas Polres Bone Tertibkan Tenda Pernikahan Tutup Badan Jalan 
Edukasi Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Bone Gelar Polantas Menyapa Bersama Tukang Ojek
KRI Satlantas Polres Bone: Mari Manfaatkan Program Bebas Denda Dan Diskon Pajak Kendaraan
Jaga Kamseltibcar Lantas, Satlantas Polres Bone Pam Car Free Day
Pasukan Satgas Panyula Gelar Patroli Senyap, Pembuang Sampah Kena “Sergap” di Perbatasan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:10 WITA

Jelang Ops Patuh 2026, Polantas Bone Tertibkan Penggunaan Knalpot Brong

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:22 WITA

Wabup Bone Hadiri Penamatan 507 Santri MHQ, Dorong Santri Raih Cita-cita Setinggi Mungkin

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WITA

Sigap, Satlantas Polres Bone Tertibkan Tenda Pernikahan Tutup Badan Jalan 

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:55 WITA

Edukasi Kamseltibcarlantas, Satlantas Polres Bone Gelar Polantas Menyapa Bersama Tukang Ojek

Senin, 1 Juni 2026 - 18:07 WITA

KRI Satlantas Polres Bone: Mari Manfaatkan Program Bebas Denda Dan Diskon Pajak Kendaraan

Berita Terbaru