Gas Elpiji 3 Kg Belum Stabil, Warga Pasar Panyula Keluhkan Harga di Atas HET

- Editor

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BONE,LinusTerkini.com-Ketersediaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang akrab disebut tabung melon masih belum stabil di pasaran. Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga Pasar Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Salah seorang warga yang ditemui awak media Linus Terkini, Jumat (13/02/2026), mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Bahkan jika tersedia di pengecer, harganya sudah jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sulit sekali cari tabung melon sekarang. Kalaupun ada di kios, harganya sampai Rp30 ribu bahkan lebih. Padahal ini gas subsidi untuk masyarakat kecil,” ujar SR dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Ikuti Tatap Muka Dengan Ibu Asuh Polwan Polda Sulsel, Bripka Eka; Saya Bangga Jadi Polwan Brimob

Menurutnya, meski pemerintah telah menambah kuota distribusi gas elpiji 3 kilogram, kenyataannya di lapangan masih banyak warga yang harus berkeliling dari kios ke kios tanpa hasil.

“Katanya kuota sudah ditambah, tapi kenyataannya masih banyak warga cari ke kios-kios dan yang ada cuma tabung kosong. Gasnya tidak ada,” tambahnya.

Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga dan usaha kecil ikut terdampak. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menstabilkan distribusi agar kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu.

Awak media kemudian mengonfirmasi salah satu pengecer berinisial WD melalui sambungan telepon seluler. WD menyebutkan bahwa saat ini pasokan memang belum masuk ke pangkalan.

Baca Juga:  Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Desak Kapolres Bone Tuntaskan Kasus Bola Soba

“Tabung masih kosong. Kalau sudah ada masuk di pangkalan, nanti saya bagikan lagi ke kios-kios,” jelas WD singkat.

Ia juga berharap distribusi segera normal agar keluhan warga tidak terus berulang.
Warga Pasar Panyula kini hanya bisa berharap agar kelangkaan gas elpiji 3 kilogram segera teratasi. “Semoga ke depan tidak susah lagi didapat,” tegas SR penuh harap.

Situasi ini menjadi perhatian bersama agar subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil benar-benar tepat sasaran dan tersedia secara merata di pasaran.

 

Laporan: Def Cuneng

Berita Terkait

Peringati HUT Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Bone Gelar Bakti Sosial, Peduli Tukang Ojek 
Sinergi Tiga Pilar, Polsek Tanete Riattang Barat Evaluasi Satkamling BTN Karmila Sakti
Antrean BBM Mengular, Brimob Tak Pilih Berteduh: Polisi Turun Langsung ke Tengah Warga
Polri Sigap Bantu Penanganan Kebakaran Rumah Warga di Desa Cabbeng
Satlantas Polres Bone Imbau Masyarakat Stop Penggunaan Knalpot Brong
Cepat Tanggap, Polsek Tellu Limpoe Bersihkan Jalan Poros Lagori dari Pohon Tumbang
Pocil Binaan Satlantas Polres Bone Sabet Juara 1 di Zona 4
Semarak 37 Tahun PP Bonepal: Persaudaraan Tanpa Batas yang Menjadi Legenda
Berita ini 39 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:09 WITA

Peringati HUT Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Bone Gelar Bakti Sosial, Peduli Tukang Ojek 

Sabtu, 12 September 2026 - 13:37 WITA

Sinergi Tiga Pilar, Polsek Tanete Riattang Barat Evaluasi Satkamling BTN Karmila Sakti

Kamis, 10 September 2026 - 21:14 WITA

Polri Sigap Bantu Penanganan Kebakaran Rumah Warga di Desa Cabbeng

Kamis, 10 September 2026 - 15:07 WITA

Satlantas Polres Bone Imbau Masyarakat Stop Penggunaan Knalpot Brong

Kamis, 10 September 2026 - 06:41 WITA

Cepat Tanggap, Polsek Tellu Limpoe Bersihkan Jalan Poros Lagori dari Pohon Tumbang

Berita Terbaru